Powered By Blogger

Rabu, 21 Desember 2011

Investor Mudah yang tak kenal menyerah


Koenedi sukirman(kiri) bersama rekan kerja yang sama- sama mempunyai
berjiwa interpreunership.

Investor Mudah yang tak kenal menyerah


Mungkin terlalu tinggi jika memakai bahasa investor, untuk kalangan menengah bawah lebih cocok memakai bahasa pemodal atau orang yang berani mengolah keuangannya untuk tujuan berkelanjutan yang ujung-ujungnya berharap keuangannya lebih baik dari semula. 
Koenedi Sukirman Adalah sosok muda yang getol untuk mengolah keuangannya, semenjak mahasiswa beliau sudah berani untuk mngolah keuangannya walaupun kiriman dari orang tua sangat minim, hal itulah yang menginspirasikan beliau untuk berpikir bagaimana caranya supaya kiriman yang minim bisa menjadi maksim. Jujur katanya waktu itu kiriman dari orang tua hanya Rp. 500rb di potong Uang kost 100rb, bea Foto copy kuliah dan lain-lain  Rp. 100rb hanya menyisahkan 300 rb, saat itu nilai 1 $  masih berkisar Rp 10 rb, atau biar lebih mudah mengkonversi saat itu harga semangkok baso adalah Rp.3rb, anda mungkin bisa bayangkan betapa sangat minimnya keuangan beliau.
Dengan tekadnya untuk mengubah minim menjadi maksim beliau buktikan dengan kerja keras dan tak mudah menyerah, awalnya beliau mencoba separuh uang kirimannya di belikan alat tulis di pasar Johar semarang lalu di edarkan di daerah jatingaleh alhasil dalam satu bulan keuangannya bukan berarti kurang tetapi malah masih lebih 200rb, kelebihan itu sedikit demi sedikit di kumpulkan dan di gabungkan lalu beliau berpikir untuk mengubah ke bisnis lain, beliau beralih ke Onderdil motor.
Sampai beliau lulus Kuliah akhirnya pulang ke kampung halamannya beliau mulai berani untuk menambah modal dari suatu bank, pinjaman dari bank beliau kelolah untuk usaha membuka nursery saat itu lagi marak maraknya Adenium dan Euforbia namun sayang usahanya gagal lantaran banyaknya pesaiang yang terus bermunculan, namun bukan karena kalah strategi atau kalah saing tapi lebih karena ingin cepat-cepat pindah ke sektor lain.
Saat ini beliau sedang merintis usaha padat karya bergerak di produksi lilin, Beliau mendambahkan usahanya bisa di kerjakan oleh warga desa nya sehingga tidak ada yang menganggur.